Rz
April 13, 2016

Ciri koil yamg bagus pengapiannya

Koil Termasuk alat yang bertugas melipatgandakan tegangan listrik dari CDI yang kemudian dialirkan ke busi dan akan memperkecil bunga api, Penggantian koil standar ke koil yang punya performa lebih baik, ada baiknya melakukan penggantian CDI setelah mesin mengalami upgrade atau bahasa gaulnya korek, OK, jika mesin sudah bore Up, noken As Custom, porting dkk, pastinya bahan bakar dan udara yang masuk keruang pembakaran akan lebih banyak dari sebelumya, ditambah lagi jika kompresi juga ikut dinaikan sehingga otomatis akan memakan bahan bakar yang lebih banyak dan lebih sulit dalam proses pembakaran.
Ciri koil yamg bagus pengapiannya
Ciri koil yang bagus pengapiannya
Sebagian besar koil standar pengapiannya lumayan kecil jadi kurang mampu untuk membakar habis kabut gas di ruang pembakaran dan menjadikan pembakaran kurang sempurna, Oleh sebab itu, koil standar dilengserkan dan diganti yang mempunyai kemampuan letikan api yang lebih besar, telah Beredar pendapat bahwa koil yang bagus adalah koil yang bisa membuat percikan api di busi berwarna biru dan ada juga yang bilang bahwa api yang besar adalah koil yang bagus. Menurut Benggkel GABBE bangkucir, koil yang bagus bukan ditentukan oleh besar kecilnya api atau warna dari percikan tersebut " Tapi oleh energi panas yang dihasilkan percikan apinya.

Semakin tinggi energi panasnya maka semakin baik kemampuan membakar kabut gas di ruang bakar. katanya, dan koil yang sudah benar-benar terbukti keampuhannya ada di koil SE (Spesial Engine) Semacam Yamaha YZ125 atau YZ250, Suzuki RM80 juga turut serta, hanya beberapa koil aftermarket. oleh sebab itu kebanyakan speedlover dan mekanik balap lebih memilih koil SE ini walaupun harganya diatas Rp35000 lebih. ditambahlagi bagi yang sudah memakai CDI racing merek BRT, pemakaian koil SE membuat CDI dan Koil menjadi selaras mengalirkan arus penagapian kan koil SE itu termasuk koil standar walaupun standar Spesial Engine, dan menurut om Tommy Huang (penemu CDI BRT) bilang bahwa CDI BRT lebih cocok dengan koil standar, jadi klop kan.

Lalu bagaimana cara mengetahui koil mana yang mempunyai energi panas yang paling baik ?. Cara yang paling simpel dalam mengetahui energi panas yg dihasilkan oleh busi yaitu dengan cara memakai kertas. Sisipkan kertas diantara loncatan api pada busi, jika koil itu punya loncatan api dengan energi panas yang tinggi, maka kertas akan cepat terbakar, jawab Freddy. Bila dipikir-pikir memang masuk akal juga, karena itu untuk membuktikannya harus dicoba, Koil yang diujicoba adalah koil YZ125, YZ250, Suzuki Smash, Yamaha Mio, Honda Tiger Revo, Kawasaki Binter Mercy, Motor yang jadi kelinci percobaannya adalah Suzuki Smash yang telah di bore up jadi 25cc, Ada dua yang diuji, yaitu pengujian energi panas yang diukur melalui seberapa lama busi mampu membakar kertas (busi yang dipakai adalah busi yang sama, yang beda hanya koilnya saja) dan hasil pengukuran dengan Dynomite asal amerika dan lebih jelasnya bisa anda lihat tabel dibawah ini.
Hasil Pengujian Energi Panas
No Koil Waktu (Detik)
   1 Yamaha Mio 7,2
   2 Suzuki Smash 7,78
   3 Honda Tiger Revo 4,56
   4 Binter Mercy 7,49
   5 YZ 150 3,73
   6 YZ 250 3,36
Data Pengukuran Dyno
Koil Max power Max Torgue
STD Smash 8,402dk / 7,822 rpm 8,339 Nm / 6,275 rpm
YZ 250 8,439dk / 7,906 rpm 8,305 Nm / 6,701 rpm
Sekian semoga bermanfaat menjadi acuan untuk anda dalam memahami tentang pengapian.