Rz
May 21, 2015

Cara menentukan susunan pemasangan gigi transmisi pada motor

Versnelling atau Persneling adalah alat ( pesawat ) yg terdiri dari susunan gigi-gigi yg berguna untuk mereduksi putaran mesin, sehingga tenaga mesin yang tersediadapat di gunakan untuk menggerakan kendaraan Sepeda motor dengan se baik-baiknya.

Dengan adanya persneling, maka tenaga mesin yg kemampuanya sangat terbatas itu dapat di ataur menggunakannya. Artinya tenaga mesin yg ada dapat di gunakan sesuai dengan keperluan agar mesin tetap dalam keadaan stabil dan tidak cepat mengalami kerusakan atau perubahan-perubahan pada alat-alatnya.

Bila di perlukan tenaga angkut yg besar, misalnya berjalan di tanjakan atau mengangkut beban berat , maka harus digunakan perseneling rendah, karena pada persneling rendah tersedia tenaga angkut yang besar tetapi kecepatan kendaraan rendah. sebaliknya bila di perlukan kecepatan tinggi digunakan perseling tinggi tetapi harus memperhatikan jalan yg di tempuh bukan tanjakan terjal atau jalanan yang rusak dan beban yang di angkut juga harus ringan, karena persneling tinggi tersedia tenaga angkut yg kecil dan sebagian besar tenaga mesin di gunakan untuk mempertahankan kecepatan jalanya kendaraan.

Type Transmisi :
Transmisi yang di gunakan pada kendaraan sepeda motor pada umumnya menggunakan type Constant Mesh, yaitu untuk dapat bekerjanya transmisi harus menghubungkan gigi-gigi yg berpasangan.
Untuk menghubungkan gigi-gigi tersebut digunakan Garpu atau Fork persneling yg di gerakan oleh shifternya ( alat-alat pemindah gigi )

Ger Ratio atau perbandingan gigi.
Yang dimaksud dengan ger ratio ialah:
 Perbandingan gigi transmisi antara gigi yg memutar degan gigi yang di putar. Misalnya jumlah gigi yang memutar ada 10 gigi dan jumlah gigi yang di putar ada 30 gigi. maka di sebut, tranmisi mempunyai gear ratio 1: 3 " Pada transmisi sepeda motor gigi yg memutar disebut gigi primer dan gigi yg di putar di sebut gigi skunder.

Jumlah banyaknya gigi primer dan gigi skunder yang berpasangan samadengan banyaknya speed atau percepatan dari persneling tersebut. masing-masing pasangan mempunyai gear ratio yang berbeda, semakin tinggi jenis percepatanya  semakin kecil gear rationya.
Selain transmisi yang menentukan tinggi rendahnya percepatan, maka masih ada transmisi yang bersifat tetap yaitu Transmisi awal dan transmisi akhir

Yang dimaksud transmisi awal adalah :
Perbandingan gigi primer kruk As denagn gigi primer kopling. Dan yg dimaksud Transmisi akhir ialah : Perbandingan gigi pemutar rantai roda ( engine sprocket ) dengan gear roda belakang ( Whool sprocket ).

Mekanisme transmisi.
a.) As primer atau main shaft = As yg menerima putaran dari mesin.
b.) As sekunder atau Counter Shaft = As yg meneruskan putaran ke rantai roda atau roda belakan.
c.) Gigi primer Semua gigi yg duduk di as Primer.
d.) Counter gear atgau gig-gigi skunder = semua gigi yang duduk di As skunder.
e.) Silinder gear atau gigi penghubung percepatan = Gigi primer atau gigi skunder yg bekerja menghubungkan putaran, dan pada gigi  inilah terdapat garpu atau fork persnelling.
f.) Gae clip = clip penahan atau pembatas gigi-gigi.
g.) Washer atau ring = diantara gigi dengan gigi.
h.) Shim atau Ring penahan = terdapat pada ujung As.
i.) Idlo Goard atau gigi langsam atau gigi stationer = adalah gigi yg bekerja sebagai penerus dari gigi kick Start ( Starter kaki ) Idle Goard ada 2 buah yaitu satu di as primer dan satunya lagi di as skunder.
j.) Spacer atau pengukur jarak = berupa Boos yang terdapat di as primer sebagai bantalan Idlo Gear atau di as skunder sebagai pengatur jarak engine sprocket.

Cara menentukan susunan gigi transmisi :
Karena susunan gigi percapatan untuk tiap type sepeda motor  jarang yg sama, maka untuk menentukan jenis gigi percepatan dapat menggunakan cara mudah sebagai berikut :
  • Gigi yg besar pada as primer adalah persneling tinggi dan gigi kecil adalah persneling rendah.
  • Gigi yang besar pada as skunder adalah persneling rendah dan gigi yg kecil pada as skunder adalah persneling tinggi.
Dengan pedoman tersebut, maka dapat segera diketahui bentuk susunan gigi-gigi transmisinya untuk tiap mesin sepeda motor yg di bongkar.
Berikut ini adalah contoh susunan gigi-gigi transmisi 4 Speed dan 5 speed lenhgkap dengan keteranganya dan cara kerjanya

Cara menentukan susunan pemasangan gigi transmisi pada motor

Keterangan :
Idle gear adalah : gigi a dan e
Silinder Gear adalah : gigi c dan f

Susunan gigi transmisinya :
Gigi a+e adalah persn I
Gigi b+f adalah persn II
Gigi c+g adalah persn III
Gigi d+h adalah persn IV

Cara bekerjanya :
Masuk persneling  ( I ) = Silinder Gear  f dihubungkan ke gigi e.
Masuk persneling  ( II ) = Silinder Gear c dihubungkan ke gigi b.
Masuk persneling  ( III ) = Silinder Gear f dihubungkan ke gigi g.
Masuk persneling  ( IV ) = Silinder Gear c dihubungkan ke gigi d.