Rz
December 01, 2013

Cara menentukan ukuran silinder / Cylinder

Oky para sobat Blog otomotif kali ini kita akan bahas tentang cara menentukan ukuran silinder.

Cylinder / Silinder
Cylinder merupakan tempat gerak piston Terpasang di antara silinder kop dengan bak mesin, gunanya untuk tempat gerak naik turunnya piston dalam melaksanakan langkah-langkah proses kerja motor maka dari itu ke sesuaaian ukuran silinder sangat di perlukan.


Untuk Syarat-syarat silinder yang baik adalah :
  • Lobang bulat rata dan licin dari ujung atas sampai ke ujung bawah
  • Pada dindingnya tidak terdapat goresan-goresan atau barit .
  • Terhadap pistonya tidak longgar atau oblag .
  • Untuk motor 2 takt , lobang saluran masuk, saluran bilas, dan saluran buannya harus bersih .
  • tidak retak atau pecah.
Ukuran silinder biasanya dinyatakan dengan istilah Standard dan Over Zize.
Arti standard ialah ukuran yg masih asli, belum pernah mengalami perubahan ukuran.
Arti Over zize ialah , Ukuran yang sudah mengalami perubahan yaitu di perbesar dari ukuran aslinya.

Jadi silinder yg sudah di over size ialah, silinder dengan ukuranya sudah tidak asli / standard lagi, berati sudah pernah di perbesar dari ukuran standarnya.

Pekerjaan memperbesar silinder disebut Meng-korter silinder.
Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh bengkel bubut.
Untuk mengetahui Ukuran silinder harus dilihat ukuran pistonya.
Ukuran piston terdapat dipermukaan bagian atas biasanya tertulis sbb:
  • STD artinya piston tersebut msaih standard.
  • 025 artinya piston tersebut over size 25.
  • 050 artinya piston tersebut over size 50.
  • 075 artinya piston tersebut sudah over size 75.
  • 0100 artinya piston tersebut sudah over size 100.
Karena ukuran piston harus sesuai dengan ukuran silindernya, maka ukuran silinder juga samadengan ukuran pistonya.
Jadi apabila pada piston tertulis STD berati silinder juga standard.
Bila piston tertulis 025 berati silinder juga over size 025.
Begitulah cara menentukan ukuran silinder.
Angka-angka over size tersebut adalah angka-angka pertanbahan besar dalam ukuram ( mm ).
Misalnya :
  • Diameter silinder standard Honda s90z = 50 mm, maka pada over size 25, diameternya menjadi 50,25 mm. 
  • Pada over size 50, diameternya menjadi 50,50 mm.
  • Pada over size 75, diameternya menjadi 50,75 mm.
  • Dan pada over size 100, diameternya menjadi 51,00 mm.
Perlu diketahui bahwa over size silinder maupun piston hanya sampai over size 100 Saja.
maka apabila ada silinder yg sudah over size 100 mengalami kerusakan, harus diganti silinder baru, dengan ukuranya masih standard lengkap dengan piston dan ringnya.